Bagaimanacara mendapatkan damai sejahtera Allah dalam hidup Anda? Damai sejahtera-Nya bukanlah sesuatu yang Anda usahakan atau minta. Itu merupakan anugerah yang Anda terima dengan iman. Berpalinglah kepada Tuhan di dalam doa. Katakan pada-Nya apa yang ada di pikiran Anda. Renungkan hal ini:

DAMAISEJAHTERA KITA DAPAT MELALUI DARAH KRISTUS, PENDAMAIAN MANUSIA BERDOSA DENGAN ALLAH YANG KUDUS Manusia yang hidup dalam dosa tak mungkin memiliki damai sejahtera, mereka itu sudah tertipu, mereka diperbudak Iblis, mereka terpisah dari Allah. Kita menjadi seteru bagi Allah, kita sedang memberontak padaNya.

DanKolose 3:15 memberitahu kita bahwa kita dipanggil untuk hidup di dalam damai sejahtera. Kita dipanggil untuk masuk ke dalam damai sejahtera karena kita dipanggil untuk menjadi kudus. Perjanjian Lama Menegakkan Hal yang sama Kita menemukan prinsip yang persis sama di Perjanjian Lama.

Filipi4:7-9 yang disampaikan oleh Gembala Sidang/Pembina memberikan 2 (dua) cara untuk dapat mengalami damai sejahtera yang berlimpah. #1 Perhatikan cara kita berpikir Apa yang kita pikirkan biasanya menentukan tindakan kita. Apabila pikiran kita negatif, maka besar kemungkinan apa yang kita lakukan pun menjadi negatif.

1Kerukunan Antar Umat Beragama. Konsep kedua ini mengandung makna kehidupana beragama yang tentram, harmonis, rukun dan damai antar masyarakat yang berbeda agama dan keyakinan. Tidak ada sikap saling curiga tetapi selalu menghormati agama masing-masing. Berbagai kebijakan dilakukan oleh pemerintah agar tidak terjadi saling mengganggu umat

Meluruskanakidah manusi a. 2.memeguhkan kemuliaan manusia dan hak manusi a. 3.mengarahkan manusia agar beribadah secara baik dan benar. 4. Mengajak manusia menyucikan rohani. 5.membangun rumah tangga yang sakinah. 6. Membangun umat menjadikan saksi atas kemanusiaan. 7.mengajak agar saling tolong.
BIASAKANBERSABAR DAN BERSIKAP LEMBUT. "Dengan kesabaran, seorang komandan dibujuk, dan lidah yang lemah lembut dapat mematahkan tulang." — Amsal 25:15. "Pertengkaran pasti terjadi, tapi hasil akhirnya bergantung sikap kita. Kita harus benar-benar sabar dan masalah pasti bisa selesai." —G. A., telah menikah selama 27 tahun. tcFC41.
  • knu4y4w615.pages.dev/213
  • knu4y4w615.pages.dev/133
  • knu4y4w615.pages.dev/215
  • knu4y4w615.pages.dev/157
  • knu4y4w615.pages.dev/123
  • knu4y4w615.pages.dev/85
  • knu4y4w615.pages.dev/388
  • knu4y4w615.pages.dev/365
  • knu4y4w615.pages.dev/135
  • bagaimana cara membangun damai sejahtera dalam kehidupan